Tips Menjadi Orang yang Selalu Positif

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ada banyak kejadian yang bisa kita alami. Ada peristiwa dimana kita dibuat bahagia, bersedih, tertawa, hingga menangis. Semua kejadian yang kita alami memang takkan pernah bisa kita elakkan, karena kita hanya pelaku dan Sang Pencipta lah yang mengatur segalanya. Untuk itu bukanlah masalah yang perlu kita hindari, namun bagaimana kita bisa mengatur pola pikir kita dalam menghadapi masalah tersebut. Lingkungan dan semua pengalaman dalam hidup adalah hasil dari pemikiran dan kebiasaan dominan.

Pikiran dapat memberitahu kita tentang sesuatu (masalah) yang perlu perhatian. Jadi, pikiran menyebabkan menemukan apa yang perlu dilakukan, entah itu dengan cara berpikir secara positif atau negatif untuk mengurusnya. Banyak orang gagal untuk melihat kejadian buruk sebagai pengalaman belajar dan selalu merasa menjadi korban kekejaman dunia, akhirnya menyalahkan orang lain atas apa yang mereka alami.

Ada 3 cara yang bisa dilakukan agar kita menjadi orang yang selalu berpikir positif:

1. Masukkan selalu hawa positif di dalam diri

Gunakan Hukum Attraction Activity dalam menanggapi masalah yang menimpa kita. Orang yang berpikir negatif senantiasa berusaha untuk menghindari masalah. Padahal masalah yang tidak terselesaikan, lama-lama akan semakin menumpuk dan semakin memburuk. Yang pada akhirnya akan membuat kita terjerembab dalam masalah sendiri. Namun dengan berpikir positif, maka kita akan lebih pro-aktif dalam bertindak dan mengatasi semua masalah yang ada.

  • Aktif melakukan kegiatan yang positif. Lingkungan dapat mempengaruhi cara kita dalam berpikir, cepat atau lambat lingkungan dapat berperan untuk membentuk pola pikir kita. Karena itu cerdiklah memilih lingkungan dalam melakukan segala aktivitas. Begitupun untuk sebuah hobi, misalnya bagi yang suka menonton film. Usahakan tidak terlalu sering menonton film yang bertema kesedihan, karena disadari atau tidak bahwa apa yang kita tonton kadang bisa menjadi sebuah inspirasi.

  • Koleksilah bacaan penyemangat atau kalimat motivasi yang bisa kita baca sewaktu-waktu, agar disaat merasa down bisa dibaca kembali sehinga kita kembali optimis.

  • Fokuskan imajinasi dan berupaya untuk menjadi orang positif baru. Kita tidak bisa selalu mengendalikan hal-hal yang terjadi dalam hidup kita, tetapi kita bisa berusaha mengendalikan apa yang kita pikirkan dalam pikiran kita dalam merespon apapun yang kita alami. Orang yang selalu berpikir positif akan terlihat lebih tenang dalam menghadapi permasalahan.

  • Bayangkan bahwa kita sudah menjadi orang yang positif dan sangat mencintai hidup. Kebahagiaan itu terletak pada pikiran yang kemudian bisa kita rasakan. Jika kita berpikir hidup yang kita lalui ini menyenangkan, maka kebanyakan waktu yang kita lalui pun akan terasa menyenangkan. Namun sebaliknya jika kita berpikir "Hidupku menyebalkan!", maka kebanyakan waktu yang kita lalui juga terasa buruk.

2. Identifikasi Masalah dan Set Goal

  • Akuilah bahwa masalah itu memang ada. Kita tidak dapat mengubah masalah itu terjadi atau tidak terjadi pada kita, yang bisa kita lakukan adalah menerima masalah itu dengan lapang dada. Andai kita dibuat sakit hingga menangis karena suau masalah, itu merupakan respon emosional secara spontan. Tapi setelah itu, cobalah bangkit untuk mencari sumber masalah dan kemudian berusaha mengatasinya. Percayalah, seberat apapun masalah pasti ada jalan keluarnya.

  • Buatlah tujuan dalam hidup ini. Tujuan memberikan pandangan yang lebih positif terhadap kehidupan. Orang-orang yang bosan dengan kehidupan dan merasa terjebak, biasanya lebih merasa tertekan. Menetapkan tujuan akan memberikan motivasi tersendiri pada kita, disamping itu juga membantu orang lain bergerak untuk maju.

3. Nikmati hidup bersama Orang yang kita cinta

  • Hargailah teman, sahabat dan saudara yang kita miliki. Menghargai orang-orang dalam kehidupan ini akan membuat hidup kita terasa nyaman. Orang yang saling mencintai dan menyayangi akan saling membantu, baik disaat suka maupun duka. Jika ada disekitar kita orang-orang yang membenci, suka mengejek, bahkan mendiskriminasi kita, anggaplah itu sebagai sebuah ujian dan tidak perlu terlalu jauh memikirkan apa yang mereka lakukan. Alihkan pikiran kita kepada orang-orang yang selalu mendukung, mereka akan menjadi penyemangat dan kitapun merasa beruntung memiliki teman yang baik dalam hidup ini.


Dengan berpikir positif akan membuat kita memiliki harapan yang lebih baik dan mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup yang sudah terlalu keras ini. Mari kita berusaha untuk menjadi orang yang selalu menyebar hawa positif, baik untuk kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain disekitar kita.


~ Happy Blogging & Be Positive ~

Arti Kebersamaan Dalam Organisasi

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa.


Kebersamaan memiliki 4 unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:

1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)
Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.

2. Tidak Egois
Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.

3. Kerendahan Hati
Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.

4. Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.

Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.


~ Happy Blogging & Belajar Lebih Baik ~

Perbedaan Topik dan Judul Sebuah Tulisan

Artikel ini saya tulis dikarenakan masih ada kebingungan bagi sebagian orang, yang menganggap judul sama dengan topik. Padahal topik dengan judul itu berbeda. Seperti yang saya tulis di bagian akhir artikel Pembatasan Topik untuk Tulisan, bahwa topik adalah intisari atau pokok pikiran yang menjadi pembahasan, sementara judul adalah kalimat yang dijadikan headline atau kepala tulisan agar lebih menarik dan membuat penasaran.

Pemilihan topik harus ditentukan sebelum memulai menulis, sedangkan judul bisa dibuat sebelum atau sesudah tulisan itu jadi. Bagi penulis yang sudah berpengalaman, pemilihan judul sering dilakukan setelah karya tulisnya jadi. Kalaupun dibuat sebelum memulai menulis, tak jarang penulis merasa perlu untuk mempertimbangkannya kembali atau merubahnya. Ini dimaksudkan agar judul sebagai headline benar-benar sesuai dengan isi tulisan. Topik dan judul memiiliki kedudukan yang sangat penting dalam sebuah tulisan. Topik penting untuk membuat rumusan pokok pikiran selama proses menulis. Judul juga penting karena dijadikan headline, terutama saat disuguhkan kepada pembaca.

Untuk lebih jelasnya saya akan berikan contoh perbedaan topik dan judul sebagai berikut :

Misalnya topik tentang "Perjuangan Ki Hadjar Dewantara" dengan pokok pikiran, "Ki Hadjar Dewantara berjuang dengan mencetuskan pemikiran yang cemerlang, khususnya dalam bidang pendidikan. Pemikiran-pemikiran itu masih tetap bisa digunakan untuk masa kini dan masa yang akan datang. Meskipun Ki Hadjar Dewantara mencetuskannya pada masa sebelum kemerdekaan."

Tulisan yang sudah jadi berdasar topik dengan pokok pikiran tersebut bisa diberi judul "Pemikiran Seorang Pejuang Pendidikan", atau "Ki Hadjar Dewantara seorang yang Jenius", atau "Ki Hadjar Dewantara Putera Bangsa Indonesia yang Besar", atau "Warisan Ki Hadjar Dewantara", atau "Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Masih akan Tetap Aktual" dan seterusnya.

Judul selain dibuat berdasarkan selera penulisnya juga harus sesuai dengan isi tulisannya. Untuk itu seorang penulis harus mampu memilih judul yang dianggapnya menarik dan memiliki nilai artistik. Sehingga dengan membaca judulnya saja, pembaca sudah tertarik dan memutuskan untuk membaca lebih lanjut karya tulis seorang penulis. Topik bisa saja berbeda dengan judul, asalkan masih memiliki kesesuaian dengan isi tulisan. Terkadang ada topik yang langsung dijadikan menjadi sebuah judul, ini sering didapati dalam tulisan-tulisan ilmiah. Namun untuk saat ini, tulisan yang tidak berpretensi ilmiah pun seperti tulisan populer atau tulisan jurnalistik, kerapkali membuat topik langsung sebagai judul.

Dari ulasan ini semoga saja tidak ada lagi pembaca yang bingung akan perbedaan dari topik dengan judul. Mungkin kelihatan serupa, tapi keduanya tidaklah sama artinya. Dan untuk postingan selanjutnya, saya akan memberikan "Tips Membuat Judul yang Baik dan Menarik". Jika diantara pembaca ada hal yang belum jelas dan ingin ditanyakan, silahkan ditulis di kolom komentar. Tapi mohon maaf jika jawabannya tidak quick respond, sebab aktivitas saya tidak selalu terhubung dengan jaringan internet. Atau Anda bisa langsung berkomunikasi dengan istri saya, Vanny Chrisma W, via facebook.


~ Happy Blogging & Teruslah Belajar ~

Pembatasan Topik untuk Karangan, Tulisan atau Cerita

Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas tentang Pemilihan Topik untuk Karangan atau Tulisan, maka pada kesempatan kali ini saya akan mengulas perihal Pembatasan Topik untuk Karangan atau Tulisan. Mengapa seorang penulis perlu memberikan batasan topik atas apa yang ditulisnya? Bukankah seorang penulis memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi semua ide yang ada di kepalanya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab, jika penulis mau memposisikan diri sebagai pembaca. Seorang pembaca akan menilai sebuah tulisan itu menarik, bila tulisan tersebut diuraikan dengan jelas, dikemas secara padat dan isinya bermanfaat bagi diri si pembaca. Penjelasan ini sekaligus juga menjawab para komentator di postingan sebelumnya, yang kebingungan akan maksud dari topik yang menarik. Apapun yang akan menjadi topik bahasan didalam tulisan, entah itu tentang komputer, budaya, kesehatan, kuliner, blogging, politik dan sebagainya, yang penting penulisannya harus jelas, padat dan bermanfaat.

Membatasi topik tulisan menjadi lebih spesifik, akan membantu penulis dalam mengulas tulisannya bisa lebih gamblang dan mendalam. Sehingga karangan atau tulisan yang dihasilkan, betul-betul menjadi sebuah karya tulis yang bermutu. Untuk mempersempit topik bisa dilakukan cara sebagai berikut:

  1. Menurut tempat.
    Indonesia tentu lebih sempit daripada dunia, Jawa lebih sempit daripada Indonesia, Jawa Timur lebih sempit daripada Jawa, Surabaya lebih sempit daripada Jawa Timur, dan seterusnya. Sehingga jika ingin mengulas tulisan lebih detail, maka topik tentang "Tingkat Perekonomian Masyarakat di Pulau Jawa" akan lebih spesifik dari pada topik tentang "Tingkat Perekonomian Masyarakat di Indonesia". Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan tempat, agar informasi yang diberikan bisa lebih rinci.

  2. Menurut waktu.
    Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan waktu/periode/masa. Topik "Perkembangan Islam" bisa dipersempit menjadi "Perkembangan Islam di Masa Nabi Muhammad SAW". Topik "Sejarah Seni Lukis di Indonesia" bisa dipersempit menjadi "Sejarah Seni Lukis pada zaman Kemerdekaan". Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan waktu, sehingga informasi yang diulas akan lebih jelas sesuai masanya.

  3. Menurut hubungan kausal (sebab-akibat).
    Topik "Perkembangan Facebook" dapat dikhususkan pembahasannya menjadi "Alasan Mengapa Facebook Cepat Berkembang". Begitu juga topik "Kejahatan di Indonesia" akan lebih spesifik lagi menjadi "Beberapa Hal yang Mendorong Timbulnya Kejahatan di Indonesia". Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan hubungan kausal, sehingga informasi akan lebih akurat jika disebutkan sebab dan akibatnya.

  4. Menurut pembagian bidang kehidupan manusia.
    Topik "Pembangunan di Indonesia" dapat dikhususkan lagi menjadi "Pembangunan Ekonomi Semasa Orde Baru" atau menjadi "Pembangunan Sarana Pendidikan pada Masa Reformasi". Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan bidang kehidupan manusia seperti politik, ekonomi, agama, ilmu pengetahuan, sosial dan budaya.

  5. Menurut aspek khusus-umum.
    Topik "Pengaruh SOPA/PIPA Terhadap Pengguna Internet" dapat lebih dikhususkan menjadi "Pengaruh SOPA/PIPA Bagi Kalangan Blogger". Begitu juga topik "Dampak Kenaikan BBM terhadap masyarakat Indonesia" bisa dipersempit menjadi "Dampak Kenaikan BBM bagi Pedagang Pasar Tradisional". Spesifikasi ini dilakukan berdasarkan aspek khusus-umum, sehingga informasi bisa lebih detail tentang obyeknya.

  6. Menurut obyek material dan obyek formal.
    Obyek material adalah bahan yang akan dibahas, sementara obyek formal adalah sudut pandang yang digunakan untuk meninjau bahan tersebut. Jika ingin membuat topik "Perkembangan Internet di Indonesia" bisa lebih dikhususkan menjadi "Perkembangan Internet di Indonesia Ditinjau dari Segi Penggunanya". Perkembangan internet di Indonesia disebut obyek material, sedangkan ditinjau dari segi penggunanya disebut obyek formal. Sehingga sudut pandang penjelasan lebih difokuskan pada segi penggunanya, meliputi usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Jadi tidak perlu membahas segi yang lainnya, misalkan kecepatan internet dan sebagainya.

Cara-cara diatas bisa dilakukan secara terpisah juga bisa digabung antara satu dengan yang lainnya. Dengan menggabungkan cara akan menjadikan topik menjadi lebih spesifik lagi. Contohnya topik "Perkembangan Islam di Indonesia" akan lebih spesifik jika dirubah menjadi "Segi-segi yang Menarik dari Perkembangan Islam di Jawa pada masa Sunan Ampel". Disini ada 3 cara pembatasan topik yang digabung, yaitu menurut tempat, menurut waktu dan menurut obyek material dan obyek formal.

Yang perlu diingat adalah topik tidak sama dengan judul. Topik adalah intisari atau isi dari sebuah tulisan, sedangkan judul adalah kalimat yang dibuat sebagai headline agar lebih menarik dan membuat penasaran. Semoga saja artikel ini bisa membantu para pembaca dalam mambatasi topik, agar dapat membuat karya tulis yang lebih menarik.


~ Happy Blogging & Teruslah Belajar ~

Pemilihan Topik untuk Karangan, Tulisan atau Cerita

Setelah beberapa hari tidak ada aktivitas posting di blog ini, dikarenakan padatnya aktivitas di darat, laut dan udara untuk promosi novel Purnama untuk Palestine. Saat ini mumpung ada kesempatan berinteraksi dengan dunia maya, sekalian saya menyempatkan untuk membuat artikel tentang Memilih Topik untuk Tulisan. Postingan ini merupakan kelanjutan dari artikel tentang Mengembangkan Ide menjadi Tulisan.

Sebagai seorang penulis, entah itu untuk media cetak (buku, novel, majalah, dll) atau online (blog, website, forum, dll), mungkin pemilihan topik ini tergantung dari si penulis itu sendiri. Dikarenakan tiap penulis punya hak azasi tersendiri untuk membuat karya tulisnya. Hanya saja di dunia kepenulisan, kita tidak akan pernah lepas dari adanya pembaca sebagai penikmat karya tulis kita. Jika seorang penulis mampu untuk memilih topik yang menarik, kemudian merangkai tulisannya dengan bagus dan tentunya sesuai topik, maka pembaca akan merasa nyaman menyimak sebuah karya tulis dari awal sampai akhir.

Panjang pendeknya sebuah karya tulis, tidak menentukan kualitas tulisan tersebut. Karya tulis yang pendek tetapi diuraikan dengan jelas, padat dan bermanfaat, pasti akan lebih dihargai daripada karya tulis yang panjang tetapi terlalu bertele-tele dan tidak jelas apa maksudnya. Jelas, padat dan bermanfaat, adalah syarat penting dalam membuat sebuah karya tulis yang baik dan menarik. Dan untuk membuat sebuah karya tulis yang baik, seorang penulis harus memilih topik yang menarik hatinya. Akan sulit sekali jika seorang penulis membuat karya tulis yang dia sendiri tidak tertarik terhadap topik yang akan dibahas.

Setelah penulis menemukan ide yang akan dijadikan topik yang menarik, langkah selanjutnya adalah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri sebagai berikut:
  • Mampukah saya menulis topik ini?
  • Apakah saya menguasai materi yang akan saya tulis?
  • Adakah literatur yang bisa didapat untuk melengkapi tulisan saya?

Jika 3 pertanyaan itu sudah mampu dijawab oleh si penulis, maka segeralah untuk merangkai tulisan berdasar topik yang sudah dipilih. Namun jika belum mampu untuk menjawab atau masih ragu-ragu, alangkah lebih baik untuk mencari topik yang lain. Menulis sesuatu yang tidak kita kuasai atau bahan literaturnya sulit didapat, akan menyebabkan karya tulis kita selesai dalam waktu yang lama atau bahkan tak kunjung selesai. Andai kita paksakan untuk menulis tanpa penguasaan dan literatur, pasti hasil karya tulis kita menjadi tulisan yang dangkal, mengambang dan kurang bermutu.

Untuk membuat topik menjadi semakin menarik, penulis juga harus mampu memberikan batasan topik yang akan ditulisnya. Jangan karena ingin tampak berwawasan luas, sehingga kita memilih topik yang justru terlalu umum dan belum dikuasai. Misalnya topik "Perencanaan Pembangunan di Indonesia tahun 2012" mungkin terlalu umum, maka bisa dipersempit menjadi "Perencanaan Jalan di Kota Surabaya Untuk Mengatasi Macet". Topik yang lebih spesifik akan lebih memudahkan penulis dalam mengulas materi secara lebih detail. Dan tentunya bagi pembaca akan lebih merasa puas, jika yang dibacanya adalah tulisan yang diulas secara gamblang dan mendalam.

Sehingga untuk memilih topik sebuah karangan, tulisan ataupun cerita, seorang penulis perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Pilih topik yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan.
  2. Menguasai topik yang akan ditulis.
  3. Literatur atau bahan pelengkap mudah didapat untuk dipelajari.
  4. Membatasi topik agar lebih spesifik.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi para calon penulis atau penulis pemula yang sempat membaca tulisan ini. Untuk pembahasan tentang "Pembatasan Topik", akan saya ulas dalam postingan berikutnya.


~ Happy Blogging & Tetap Semangat ~

Resensi Novel Mimpi Bungsu di Harian Radar Surabaya


Sebagai seorang penulis, senang rasanya bila buah karya saya bersama istri (Vanny Chrisma W) bisa diterima dan dicetak oleh penerbit atau publisher. Semakin bertambah rasa senang kami bila karya yang sudah dicetak, mendapat respon positif dan disukai oleh pembaca. Bahkan dari karya tulis yang telah kami hasilkan dan telah beredar di pasaran, kami banyak mendapatkan teman baru, relasi baru, pembaca baru dan penggemar baru. Memang belum menjadi terkenal layaknya penulis besar lainnya, tapi bagi kami ini sudah merupakan nikmat yang patut untuk di syukuri. Karena apa yang kami peroleh saat ini, sudah lebih baik dari saat sebelum kami memutuskan diri menerjuni dunia kepenulisan.

Berikut ini adalah salah satu pembaca novel kami yang bernama mas Abd. Basid. Seorang pemuda yang berasal dari Pamekasan Madura, yang juga memiliki hobi menulis khususnya resensi buku dan novel. Dia juga seorang blogger yang memiliki blog pribadi Pena Pagi, yang kebanyakan isinya tentang resensi buku dan novel yang telah dibaca. Tak jarang mas Abd. Basid juga mengirimkan opini dan resensinya di web seperti Kompasiana dan beberapa surat kabar. Dan salah satu hasil resensi mas Abd. Basid ini adalah novel kami yang berjudul Mimpi Bungsu, yang juga telah diterima dan dimuat di harian Radar Surabaya edisi Minggu 27 Mei 2012.

Bagi kami sebagai penulis, hal ini merupakan suatu kebanggaan dan juga sebuah kehormatan. Karena selain novel kami bisa disukai, tentu dengan dimuatnya resensi novel Mimpi Bungsu di harian Radar Surabaya ini menjadi salah satu sarana promosi, khususnya untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Untuk itu sebagai apreasiasi rasa terima kasih kami atas resensi yang telah ditulis oleh mas Abd. Basid, kami akan memberikan novel Best Seller kami "Gadis Kecil di Tepi Gaza". Mungkin apa yang kami berikan ini tidak seberapa, tapi siapa tahu dari momen ini bisa semakin mempererat jalinan silaturrahmi antara kami sebagai penulis dengan pembaca karya tulis kami.

Sekali lagi saya beserta istri mengucapkan banyak terima kasih kepada mas Abd. Basid yang telah menulis resensi novel Mimpi bungsu kami dan mengirimkannya ke harian Radar Surabaya. Kami juga mendoakan agar di kemudian hari, mas Abd. basid bisa menghasilkan karya buku atau novel yang bisa diterbitkan oleh penerbit maupun diterbitkan secara indie. Dan bagi para pembaca blog Ruang Inspirasi ini, jangan pernah patah semangat dan pupus harapan. Jika Anda mempunyai hobi menulis dan berkeinginan untuk terjun di dunia kepenulisan, maka teruslah untuk belajar dengan banyak membaca dan terus menulis meskipun itu hanya mengisi konten blog maupun membuat resensi buku, novel atau film. Bakat memang mendukung seseorang untuk meraih apa yang diinginkannya, tetapi yang lebih utama adalah niat serta kemauan untuk terus berlatih dan berusaha.

Untuk versi pdf harian Radar Surabaya, Silahkan download link dibawah ini!
Resensi novel Mimpi Bungsu di halaman 7



===================================================================

Bersamaan dengan postingan ini, saya akan mengumumkan 2 blogger yang akan mendapatkan novel gratis dari saya pada periode bulan Mei 2012:


Mohon untuk kang Cilembu dan pak guru Isman, mengirimkan pesan ke akun Facebook saya perihal nama dan alamat tujuan lengkap agar kiriman tidak nyasar ke tetangga. Untuk blogger lainnya jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan mendapat novel gratis karya saya dan istri (Vanny Chrisma W) di bulan selanjutnya. Support dari Anda merupakan kehormatan bagi kami.


~ Happy Blogging & Terus Berkarya ~

Rumah Dijual – Kolomrumah.com, Solusi Efektif Masalah Properti Anda!

Saat ini banyak orang yang mencari tempat tingal terlebih lagi bagi mereka yang berencana untuk mencari investasi yang bagus di masa mendatang. Banyak rumah dijual, apartement, kontrakan dan juga kos yang dibutuhkan, tetapi terkadang mereka kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai macam properti yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, sekarang ada yang namanya Kolomrumah.com. Apa itu Kolomrumah.com?

Kolomrumah.com merupakan portal rumah dijual dan properti yang ada di Indonesia, dimana Anda bisa memasang iklan properti dengan cepat dan mudah, serta yang lebih menarik lagi gratis. Caranya cukup mudah, tinggal daftarkan diri Anda sebagai member di website Kolom Rumah ini dan Anda bisa mulai untuk mengiklankan properti Anda dengan cepat hanya dalam waktu beberapa menit saja. Anda dapat menggunakan fitur "Quick Search" yang canggih, membantu Anda dalam melakukan pencarian rumah dijual atau properti lainnya yang Anda butuhkan. Tentunya juga yang sesuai dengan budget dan lokasi yang Anda mau.

Dengan melakukan pencarian dengan mesin pencari yang cepat tersebut, Anda dapat dengan mudah mendapatkan info rumah dijual yang Anda mau. Jadi di sini anda tidak perlu kesana – kemari untuk mencari informasi tentang properti yang sedang anda butuhkan. Anda cukup duduk manis saja di depan computer yang terdapat jaringan internetnya dan tinggal kunjungi saja kolomrumah.com

Dengan mengunjungi kolomrumah.com, Anda bisa mendapatkan informasi tentang tips-tips dan artikel tentang properti yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi Anda. Mulai dari tips tentang rumah, tanah, ruko, apartemen, sampai artikel-artikel mengenai hukum properti. Misalnya:
Anda ingin mencari rumah di daerah Semarang dengan harga berkisar antara 100 – 200 juta, maka dengan cepat mesin pencari tersebut akan menampilkan list rumah dijual sesuai dengan yang Anda inginkan. Yang lebih menarik lagi ada foto-foto pendukung dari rumah tersebut, sehingga Anda tidak perlu repot untuk mencari tahu sendiri seperti apa kondisi rumah yang dijual tersebut.

Gampang kan? Jadi mau tunggu apa lagi? Kesulitan mencari informasi tentang properti yang anda butuhkan? Kunjungi saja, Kolomrumah.com

Ini bukanlah artikel kontes atau lomba SEO, tapi ini adalah promo dari partner Ruang Inspirasi, bagi Anda yang membutuhkan informasi tentang properti di Indonesia.

Purnama untuk Palestine - Gadis Kecil di Tepi Gaza 2

Setelah novel Gadis Kecil di Tepi Gaza jilid pertama memasuki cetakan ke-4 dan menjadi salah satu novel Best Seller, sebentar lagi akan segera terbit (sekitar akhir Mei 2012) novel Gadis Kecil di Tepi Gaza jilid kedua - Purnama untuk Palestine. Terbitnya jilid kedua ini tak lain karena banyaknya permintaan dari para penggemar yang telah membaca novel Gadis Kecil Gaza jilid pertama, serta dukungan dari pihak penerbit Diva Press selaku publisher, untuk melanjutkan kisah si gadis Palestine.

Ini adalah sebuah penghargaan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya beserta istri sebagai penulis, karena telah mendapat kepercayaan penuh dari pembaca dan penerbit. Memang novel ini belum selaris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy atau Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika. Tapi kami selaku penulis, sudah cukup bersyukur jika karya kami bisa diterima dan disukai oleh para penggemar novel.

Novel Gadis Kecil di Tepi Gaza 2 ini ceritanya tak kalah mengharukan dari edisi pertamanya. Ketika gadis kecil Palestine yang tertembak oleh tentara zionis Israel, terbangun dari mati suri. Jasadnya hampir-hampir diturunkan ke liang lahat. Jabaliyah dibuat gempar akan kejadian itu. Namun, tidak seorang pun mampu melawan kehendak-Nya, jika Dia menginginkannya begitu.
Palestine tiba-tiba membelalakkan mata lebar-lebar, lalu mendesah lirih, "Ayah…, Ayah…, Ayah…."

Yanaan mendekatkan telinga ke bibir gadis itu. Terdengar bisikan.
"Aku…, melihat ayahku mati dibantai anjing liar!"
Tidak seorang pun pernah membayangkan hidup dalam desing peluru dan dentuman bom. Namun, inilah hidup Palestine. Inilah kisah dari Jalur Gaza, wilayah konflik yang menjadi ajang perang antara Israel dan Palestina.

Wajah cantik nan lugu tapi penuh dendam,
Tersembunyi di balik relung-relung jiwa,
Batin yang menangis tanpa henti,
Berdiri engkau di atas Bukit Jabaliyah,
Berkesumat, melaknat, dan mencaci umat Tuhan
yang demikian kejam…

Untuk mengetahui kelajutan kisah gadis Palestine, silahkan baca langsung di novel Gadis Kecil di Tepi Gaza 2 - Purnama untuk Palestine

"Benar-benar sebuah novel yang bakal menggedor-gedor pintu nurani kita. Sebuah novel cerdas dengan balutan kisah yang penuh haru-biru tokoh-tokohnya. Selamat membaca!"
Abdul Azis Sukarno - Pimpinan Redaksi Diva Press

"Novel ini membuat saya menagis..."
K.H.D Zawawi Imron - Kyai dan sastrawan senior Madura

"Huffgh... Gak kebayang hidup di tepi Gaza, gak kebayang betapa kejinya laskar Israel itu..."
Edi Mulyono - Penulis buku Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Selalu Ada Untukku?

Gadis Kecil di Tepi Gaza berada di deretan buku laris di Gramedia

Gadis Kecil di Tepi Gaza menjadi novel laris di bursa buku Diva Press

Bagi yang masih belum tahu sinopsis novel jilid pertama, silahkan Sobat baca di postingan Gadis Kecil di Tepi Gaza cetakan ke-3. Jika penasaran ingin membaca dan memilikinya, silahkan hunting saja novelnya. Dan bagi Sobat yang sudah membaca jilid yang pertama dan ingin mendapatkan jilid yang kedua, nantikan saja kehadirannya di toko buku terdekat atau pada bursa buku Diva Press di kota Anda. Semoga novel Purnama untuk Palestine ini, akan menjadi bacaan yang layak untuk Anda semua.


~ Happy Blogging & Tetap Berkarya ~

Mulailah Dengan Berpikir Sederhana

Kehidupan yang begitu kompleks serta tekanan hidup yang sangat tinggi pada masa sekarang ini, menuntut kita harus mampu berpikir secara cepat untuk menyelesaikan masalah. Tetapi karena terlalu banyak pilihan yang ada dalam otak dan keragu-raguan dalam mengambil keputusan, justru membuat masalah tersebut terlihat menjadi semakin rumit.

Hal ini semakin diperparah jika kita termasuk orang yang suka membesar-besarkan masalah yang semestinya cukup simple. Atau kita termasuk orang yang suka menimbun masalah yang kecil dan sepele, namun karena tidak segera diselesaikan, akhirnya masalah itu menjadi bola salju yang semakin lama semakin membesar.

Yang namanya manusia hidup, tidak akan pernah lepas dari masalah. Sehingga untuk membuat kita bisa survive menghadapi hidup ini bukanlah dengan menghindari masalah, tetapi mencari cara bagaimana memecahkan masalah yang kita hadapi. Dan langkah yang paling mudah kita lakukan, adalah memulainya dengan berpikir secara sederhana. Untuk lebih memahami cara berpikir yang sederhana, saya akan gambarkan dengan sebuah cerita berikut ini:

Di sebuah perusahaan sabun mandi sedang mengadakan rapat penting berkenaan dengan banyaknya komplain dari konsumen yang mendapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Terutama dari pihak agen yang merasa tertipu karena di setiap karton (kardus packing), selalu ada beberapa kotak sabun yang kosong. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, dikarenakan kondisi mesin produksi yang dimiliki sudah terlalu tua. Untuk itu pimpinan perusahaan memanggil para Direktur, Manager, Supervisor hingga staff, untuk mencari solusi atas masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.

Ketika pimpinan perusahaan memberi kesempatan kepada semua peserta rapat untuk mengemukakan pendapat, salah seorang Supervisor mengacungkan tangan dan berkata, "Solusi yang paling aman menurut saya, adalah membeli mesin baru dari Jerman. Harganya saat ini sekitar Rp 10 milyar!" Melihat harga mesin yang sangat tinggi, seorang Manager segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya usul yang lebih baik! Kita membeli mesin model baru dari Jepang yang harganya lebih murah, sekitar Rp 1 miliyar!" Melihat harga yang masih relatif mahal, seorang Direktur lalu mengacungkan tangan dan berkata, "Bagaimana kalau kita membeli mesin dari China saja yang harganya hanya sekitar Rp 100 juta?" Melihat kondisi keuangan perusahaan yang cukup sulit untuk membeli mesin baru dari Jerman, akhirnya pimpinan perusahaan menyetujui untuk membeli mesin dari China.

Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang Office Boy yang sejak tadi melayani menyediakan minum untuk para peserta rapat, memberanikan diri mengacungkan tangannya lalu berkata, "Bapak dan Ibu, jika saya diperbolehkan usul. Bagaimana kalau perusahaan membeli alat dari Indonesia saja? Paling harganya cuma Rp 250 ribu." Mendengar pernyataan Office Boy yang konyol ini, serentak seluruh peserta rapat tertawa. Namun pimpinan perusahaan memberi tantangan kepada Office Boy tersebut, "Jika kamu memang serius dengan usul yang kamu lontarkan, saya beri kamu Rp 250 ribu untuk mendapatkan alat itu!"

Setelah pihak accounting memberi uang Rp 250 ribu, si Office Boy langsung pergi mencari alat yang dia usulkan. Dua jam kemudian Office Boy kembali dengan membawa alat yang sudah dibelinya. Pimpinan perusahaan, Direktur, Manager, Supervisor dan para staff yang ikut dalam rapat merasa heran bahkan kebanyakan tersenyum menghina melihat alat yang dibawa oleh si Office Boy. Namun dengan langkah yang mantap dan penuh percaya diri, si Office Boy memasang alat yang dibelinya di dekat conveyor, sebelum kotak sabun masuk ke kardus packing. Hasilnya sungguh luar biasa! Dengan alat baru ini, kotak sabun yang kosong segera terlempar saat melewati alat tersebut. Sehingga yang masuk ke kardus packing adalah kotak sabun yang ada isinya.

Seluruh peserta rapat yang ikut menyaksikan hal tersebut jadi tercengang sekaligus merasa malu, ternyata usulan mereka dikalahkan oleh seorang Office Boy. Karena yang dibeli oleh Office Boy tersebut hanya sebuah Kipas Angin. Melihat apa yang diusulkannya berhasil, si Office Boy tersenyum lalu berkata, "Gitu aja kok repot!" Karena keberhasilan dari sebuah ide yang sederhana dan menggunakan alat yang sederhana pula, si Office Boy kemudian diangkat menjadi salah satu staff yang menangani bagian packing.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Tentunya solusi sederhana yang diusulkan oleh Office Boy bisa dilakukan oleh semua peserta dalam rapat, hanya saja hal itu tidak pernah terpikirkan atau bahkan terlewatkan. Mungkin pada saat melihat hasil yang memuaskan dari sebuah alat sederhana seperti kipas angin, banyak diantara mereka akan berkata, "Kalau cuma begitu saja, saya juga bisa!" Semua orang akan bisa melakukan seperti yang Office Boy lakukan. Tapi mengapa solusi tersebut tidak terlintas dan terlontarkan pada saat rapat? Karena kebanyakan dari mereka berpikir terlalu rumit. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, agar dalam menghadapi setiap masalah menjadi lebih tenang dan berusaha mencari solusi yang dimulai dengan berpikir secara sederhana.


~ Happy Blogging & Thinking Simple ~

Bingkisan Batik Sasirangan dari Sahabat Blogger

Pada hari rabu menjelang sore sekitar jam 15.00 kemarin, ada sebuah paketan yang meluncur ke kediaman saya. Kebetulan yang menerima adalah istri saya, karena jam segitu biasanya saya masih melanglang buana mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.

Pada awalnya istri saya mengira itu adalah paketan novel, karena biasanya jika ada novel baru yang terbit atau yang cetak ulang, kami selalu diberi sample oleh penerbit. Namun setelah dibuka, ternyata isinya adalah kain batik Sasirangan khas Banjarmasin, yang dikirim oleh sahabat blogger bang Icah Banjarmasin.

Karena kemarin malam saya masih membantu istri saya untuk menyelesaikan bab-bab terakhir novel tentang "Tragedi Nanjing", sehingga baru hari ini saya sempat posting. Bang Icah adalah salah satu blogger yang mendapat kesempatan pertama, selain kang Farhan owner Ruang Sharing, yang mendapat novel gratis dari saya di bulan April 2012. Sebenarnya saya tulus memberi novel gratis karya saya dan istri, karena itu merupakan ucapan terima kasih yang mendalam buat sobat blogger yang telah mensupport blog Ruang Inspirasi ini. Tapi bang Icah betul-betul memberikan kejutan buat saya beserta istri, seperti message di Facebook, "Tunggu saja bang, nanti ada kejutan dari saya hahahahahahay..."

Dunia maya memang bisa membuat hubungan yang jauh menjadi semakin dekat. Dari aktivitas nge-blog ini ternyata saya juga mendapatkan teman-teman baru yang sebelumnya tidak saya kenal dan domisilinya tidak satu kota dengan saya. Ini adalah salah satu dampak positif dari aktivitas saling mengunjungi dan berkomentar di blog sobat blogger lainnya, yang kemudian bisa merajut persahabatan yang lebih akrab. Serasa ada keinginan yang sangat besar dalam hati saya, untuk bisa bertatap muka secara langsung dengan para sobat blogger, seperti yang pernah saya alami di komunitas dunia maya Kaskus, Detik dan Facebook.

"Buat bang Arie & Mbak Vanny,
Terima kasih kami ucapkan,
semoga jalinan persahabatan kita selalu terjalin,"

Tertanda,
Icah Banjarmasin & istri

Sekali lagi saya beserta istri mengucapkan banyak terima kasih buat bang Icah bersama istri tercinta, yang telah memberikan bingkisan batik Sasirangan khas Banjarmasin ini. Kami sangat senang, terutama istri saya, karena kain batiknya bisa dijadikan baju saat perut istri saya semakin besar. Kebetulan sekarang kami lagi menantikan jabang bayi yang masih 6 bulan di kandungan. Semoga bang Icah Banjarmasin beserta keluarga selalu diberikan kesehatan serta limpahan rezeki yang barokah. Dan harapan kita untuk bisa menjalin persahabatan lebih erat di dunia nyata bisa terwujud.

Akhir kata... saya ingin mengutip ungkapan yang sering saya jadikan motto untuk memotivasi, "Dengan memperbanyak silaturrahmi, maka akan bertambah pula relasi. Dan semakin banyak relasi, akan semakin membuka jalannya pintu rezeki." Mari kita niatkan diri pada saat blogging, untuk sarana mencari teman, bukan hanya mencari backlink semata.


~ Happy Blogging & Salam Persahabatan ~

Cara Mengatasi Kebuntuan Ide Saat Menulis

Pada saat kita memutuskan diri untuk mengambil profesi sebagai penulis, mau tidak mau yang kita lakukan adalah menulis. Menjadi penulis dalam bidang apapun, entah sebagai penulis kolom, majalah, mading, blogger, skenario, buku, novel atau apapun, dituntut harus bisa mengolah kata menjadi rangkaian tulisan yang bisa dinikmati oleh pembaca. Namun terkadang pada saat-saat tertentu, seorang penulis mengalami masalah kebuntuan ide dan kehilangan mood untuk menulis.

Masalah kebuntuan ide ini khususnya sering terjadi pada penulis cetak dengan jumlah halaman yang tebal seperti skenario, buku atau novel. Bahkan seorang mahasiswa yang belum kelar menyelesaikan skripsinya, bukan berarti dia masih belum punya materi untuk dijadikan bahan, tapi kadang hanya tidak punya mood untuk menulis skripsinya. Untuk mengembangkan ide menjadi rangkaian tulisan, pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya. Dan saat ini saya akan mengulas masalah kebuntuan ide saat menulis.

Seorang penulis yang tidak dapat menyelesaikan karyanya, karena setiap kali menuangkan idenya, tetapi selalu berhenti di tengah jalan. Problem yang satu ini tidak hanya dialami oleh calon penulis atau penulis pemula saja, tapi untuk penulis profesional juga tidak luput dari hal ini. Hanya saja bagi penulis yang sudah pro, mereka sudah lebih berpengalaman dan selalu memiliki cara untuk mengatasi problem klasik para penulis ini.

Tiap penulis memiliki permasalahan yang berbeda-beda, yang menyebabkan idenya macet ditengah jalan. Namun pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjabarkan beberapa hal yang sering menyebabkan macetnya ide, sekaligus bagaimana cara mengatasinya:

1. Kurangnya Niat

Untuk mengerjakan sesuatu selalu didasari dengan niat, begitupun juga jika kita ingin menulis. Niat itu sangat dipengaruhi oleh motivasi. Orang yang tidak mau beribadah, biasanya karena dia tidak punya niat. Mengapa tidak ada niat beribadah? Karena dia tidak memiliki motivasi untuk apa dia melakukan ibadah. Sama halnya dengan menulis, tanpa motivasi yang kuat, mustahil seorang penulis punya niatan untuk menghasilkan karya tulis. Inilah yang menjadi masalah utama calon penulis atau penulis pemula yang tidak juga bisa menyelesaikan karyanya, karena rata-rata tidak punya motivasi untuk apa mereka harus membuat karya tulis.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan niat dan menggali motivasi dengan bertanya pada diri sendiri, "Buat apa saya menjadi penulis dan harus menghasilkan karya tulis?". Apakah menulis sebagai ladang amal untuk berbagi? Atau ingin menjadi penulis untuk memperoleh penghasilan buat keluarga? Atau memiliki cita-cita ingin jadi penulis yang sukses dan terkenal? Alasan yang kita buat harus kuat, sehingga pada saat kita mengalami "down" untuk menyelesaikan karya kita, maka alasan itulah yang bisa melecut motivasi kita kembali.

2. Tidak Punya Target

Seorang pengarang atau penulis (khususnya penulis berhalaman tebal) harus memiliki target untuk dapat menyelesaikan karya tulisnya. Apalagi jika kita termasuk penulis komersial yang sedang mengerjakan pesanan penerbit. Dengan adanya target, seorang penulis bisa mangatur ritme menulisnya sehingga ide akan terus mengalir. Ide yang ada di kepala jika tidak segera dituangkan, lama-lama akan mengendap bahkan membeku. Dan bila ide sudah membeku, maka penulis serasa memiliki banyak ide di kepala, namun tak dapat menuangkan satupun kalimat menjadi tulisan.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan selalu membuat target dalam menulis. Kita buat catatan pribadi, entah itu di buku saku, diary, hp, komputer atau laptop, untuk membuat list apa saja yang mau kita tulis. Memang otak kita bisa menyimpan memori dalam jumlah besar, namun permasalahannya kadang mudah lupa. Memiliki catatan pribadi akan membantu kita dalam membuat target. Sehingga seorang penulis akan selalu punya bahan setiap hari untuk ditulis.

3. Kekurangan Bahan Tulisan

Menulis adalah merangkai ide (sebagai bahan) yang ada di kepala kita menjadi sebuah susunan kata berupa tulisan. Tapi manakala kita sudah merasa kehabisan ide, maka proses menulis kita juga berhenti. Yang menjadi persoalan, jika bahan ide kita sudah habis sementara karya tulis kita masih belum ending, ini juga yang menyebabkan kemacetan dalam menulis. Jika memang sudah kehabisan ide, maka meskipun kita memeras otak, tetap saja ide itu tidak akan pernah muncul.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan berhenti sejenak dari aktivitas menulis, untuk mengistirahatkan otak beberapa saat. Setelah ketegangan otak mereda, kita bisa melanjutkan mencari bahan yang sesuai dengan tema tulisan kita. Mencari bahan bisa dengan cara surfing di internet untuk mencari artikel yang berhubungan, pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk mencari literatur, atau diskusi dengan ahli yang mengerti tentang ilmu yang berkaitan dengan apa yang kita tulis. Mencari ide dengan imajinasi sendiri itu memang bisa, tapi dengan banyak melihat, mendengarkan, membaca dan berinteraksi dengan sosial, akan semakin memperkaya ide yang ada di kepala kita.

4. Sedang Badmood atau Tidak ada Feel

Meski seorang penulis bisa menciptakan dunia baru dalam karya tulisnya, namun di dunia nyata dia tetaplah seorang manusia biasa. Inilah yang menjadi tantangan seorang penulis untuk bisa membedakan antara dunia nyata dengan dunia ciptaannya. Seorang penulis harus mampu bercerita tentang kesedihan meskipun sebenarnya suasana hatinya sedang senang, begitupun sebaliknya. Namun terkadang seorang penulis pun tak mampu mengendalikan suasana hatinya untuk dapat menjiwai cerita yang tengah ditulisnya. Terlalu banyak tekanan, masalah yang bertumpuk, ruang menulis terlalu ramai, atau sedang marah dengan seseorang, akan membuat perasaan penulis menjadi badmood. Dan jika sudah seperti ini, penulis akan kehilangan feel-nya untuk menulis.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan tidak memaksakan diri untuk menulis, karena suasana hati yang tidak mendukung akan mempengaruhi kualitas karya tulis yang akan kita buat. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar suasana hati bisa cepat di netralisir:

  • Jika perasaan sudah badmood, maka cobalah untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Misalnya berkumpul dengan teman, nonton bioskop, makan diluar, ke perpustakaan atau toko buku untuk baca-baca, akan membantu melupakan hal yang membuat kita badmood.
  • Jika ruangan menulis terlalu ramai karena dekat dengan ruang TV, banyak anak kecil atau di perkampungan yang padat penduduk, kita bisa menulis di dalam kamar dengan dibantu headset. Sesekali menulis dengan suasana yang berbeda juga akan menghadirkan kesan tersendiri. Misal menulis di taman, di tepi pantai atau ada beberapa penulis yang menyendiri di pondok bahkan di hutan untuk bisa mendapatkan feel.
  • Jika tidak punya feel untuk bisa menjiwai cerita, cobalah untuk melihat film yang ceritanya hampir sama dengan tulisan kita. Mendengarkan lagu sedih saat akan menulis cerita kesedihan dan lagu gembira saat akan menulis cerita bahagia, juga dapat menciptakan suasana agar kita bisa masuk dan menjiwai cerita yang tengah kita tulis.

Semua uraian diatas merupakan pengalaman diri saya dan juga istri saya. Semoga saja apa yang saya tulis ini bisa membantu sobat pembaca yang ingin menekuni dunia kepenulisan. Apabila ada hal yang terlewatkan, Anda bisa menambahkan atau bertanya di kolom komentar. Tidak ada kesempurnaan yang bisa dilakukan seorang diri, tapi dengan bersama-sama akan saling menyempurnakan.


~Happy Blogging & Keep Writing ~

Kiat Memilih Perguruan Tinggi (Universitas)

Artikel kali ini saya posting berkenaan dengan salah satu sobat blogger Zero CodeXgigas yang bertanya melalui komentar pada artikel Tips Menulis Cerita Pendek (Cerpen) tentang memilih Universitas. Seperti kita tahu bahwasanya saat ini, saudara-saudara kita yang menginjak kelas 12 (SMU/SMK kelas 3) sudah merampungkan UNAS sebagai salah satu syarat untuk kelulusan. Dan sudah menjadi kebiasaan bahwa para lulusan SMU/SMK yang memiliki biaya serta niat untuk melanjutkan studi, akan segera memilih perguruan tinggi (Universitas) untuk menimba ilmu sebagai bekal masa depan.

Mungkin sebagian dari lulusan sudah mempunyai planing universitas dan program studi yang akan dipilihnya, namun sebagian lagi masih terasa kebingungan untuk menentukan pilihannya. Hal ini sangatlah wajar, karena pada fase ini bisa menjadi penentu untuk meraih profesi dan jenjang karir yang diidamkan di masa depan. Kesalahan memilih universitas dan program studi, akan menyebabkan perasaan kurang nyaman, tidak fokus serta semangat belajar yang menurun. Tentunya kondisi ini akan sangat merugikan, baik bagi si penuntut ilmu maupun orang tua yang membiayainya. Bagi orang tua yang memiliki kondisi finansial berkecukupan mungkin tidak begitu bermasalah, tapi bagaimana jika kondisi finansial orang tua yang pas-pasan?

Untuk itu sebelum memilih Perguruan Tinggi (Universitas), ada 5 hal berikut ini yang perlu diperhatikan oleh para calon mahasiswa/mahasiswi:

  1. Keinginan / Minat
    Dalam memilih Universitas dan program studi, hal yang paling utama adalah sesuai dengan keinginan atau minat. Coba dalami diri sendiri untuk menggali minat, agar tidak terjadi salah pilih. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, bahwa kesalahan memilih Universitas dan program studi akan membuat kita tidak enjoy dalam menjalani masa studi. Jika masih bingung akan minat diri sendiri, silahkan baca artikel Pengaruh Kepribadian Terhadap Bidang Pekerjaan, siapa tahu bisa membantu dalam menentukan pilihan.

  2. Biaya Studi
    Setiap calon mahasiswa/mahasiswi pasti menginginkan bisa masuk ke Universitas favorit yang memiliki program studi sesuai minatnya, namun terbentur masalah biaya karena kondisi finansial orang tua yang tak mencukupi. Karena dalam menmpuh studi ke Perguruan Tinggi tentu ada biaya seperti uang gedung dan SPP, semakin favorit sebuah Universitas biasanya semakin tinggi pula biayanya. Itu belum jika ada tugas membuat makalah, seminar dan praktikum, yang tentunya akan membutuhkan biaya tambahan. Alangkah bijaksananya jika calon mahasiswa/mahasiswi menyesuaikan hal ini, agar tidak semakin membuat beban orang tua menjadi berat.

  3. Lokasi / Tempat
    Semakin jauh jarak lokasi tempat studi dengan tempat tinggal si calon mahasiswa/mahasiswi tentu akan berpengaruh terhadap biaya hidupnya. Biaya hidup ini termasuk transportasi, kost, makan, minum dan kebutuhan lainnya. Berpisah dengan orang tua memang akan dapat menempa kemandirian seseorang, namun perlu disadari juga bahwa orang tua juga perlu mengeluarkan biaya lain selain biaya hidup mereka sendiri. Jika kampus berada di luar kota dan ditempuh dengan cara pulang-pergi setiap hari, tentulah akan sangat melelahkan yang akan mempengaruhi konsentrasi belajar-nya.

  4. Reputasi Universitas
    Mencari tahu informasi Universitas yang akan dimasuki akan lebih membantu dalam menentukan pilihan. Informasi ini bisa dilihat dari brosur-brosur pendidikan, wikipedia atau lewat web resmi yang dimiliki tiap Universitas. Pelajarilah program studi yang disediakan, kondisi kampus, sarana dan prasarana serta status Universitas tersebut. Mencari informasi ini diperlukan, baik dalam memilih Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

  5. Prospek ke Depan
    Sudah menjadi alasan yang umum jika meneruskan jenjang pendidikan ke Perguruan Tinggi adalah sebagai sarana agar bisa mendapatkan posisi atau jabatan yang lebih tinggi saat bekerja nanti. Dan keahlian yang paling dibutuhkan perusahaan biasanya akan menjadi program studi paling favorit. Namun yang perlu disadari bahwa pada program studi favorit pasti peminat dan jumlah siswanya sangat banyak, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup memadai. Dalam hal ini akan membutuhkan kejelian calon mahasiswa/mahasiswi dalam memilih program studi yang akan diambil. Saat ini tidak sedikit lulusan Perguruan Tinggi favorit yang memilih prgoram studi favorit malah menganggur karena kalah dalam bersaing.

Demikianlah 5 hal yang perlu diperhatikan oleh seorang calon mahasiswa/mahasiswi dalam memutuskan pilihan Perguruan Tinggi dan program studi yang akan diambilnya. Namun yang paling penting yang harus dimiliki adalah Niat. Jika niat sudah besar ditambah tekad yang bulat, meskipun ada kendala apapun (termasuk biaya), maka orang tersebut akan berusaha mencari solusi untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi pilihannya. Selamat berjuang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

===================================================================

Bersamaan dengan artikel ini, saya akan mengumumkan 2 blogger yang akan mendapatkan novel gratis dari saya pada periode bulan April 2012:


Mohon untuk kang Farhan dan bang Icah, mengirimkan pesan ke akun Facebook saya perihal nama dan alamat tujuan lengkap agar kiriman tidak nyasar ke tetangga. Untuk blogger lainnya jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan mendapat novel gratis karya saya dan istri (Vanny Chrisma W) di bulan selanjutnya. Support dari Anda merupakan kehormatan bagi kami


~ Happy Blogging dan Nikmati Hidup Ini ~

Tips Menulis Cerita Pendek (Cerpen)

Seperti yang telah saya ungkapkan di artikel sebelumnya, bahwa saya akan berusaha menyajikan postingan tentang tips yang diminta oleh para pembaca. Request ini berasal dari teman facebook istri saya yang menginginkan tips menulis sebuah cerpen, untuk itu saya akan coba memberikan tips sederhana yang siapa tahu tulisan ini juga dibutuhkan oleh pembaca lainnya.

Bagi calon penulis ataupun penulis pemula, kadang memang masih terkesan ragu untuk menghasilkan sebuah karya tulis. Perasaan minder, takut karyanya jelek dan sebagainya selalu menghantui, yang justru itu malah menghambat dalam menuangkan ide. Karena itu pada saat mau menulis, sebaiknya kita hilangkan dulu ketakutan dan pikiran negatif yang ada di kepala. Yang harus di eksplore adalah pikiran positif dan rasa percaya diri, agar ide bisa mengalir lebih lancar.

Dalam menulis sebuah cerita, ada 2 jenis penulisan yaitu cerita pendek (cerpen) dan cerita panjang (novel). Perbedaan yang paling jelas antara cerpen dan novel adalah dari durasi ceritanya. Jika cerpen biasanya ditulis dengan menggunakan 500-10.000 kata atau sekitar 3-10 lembar kertas A4, sementara novel tidak ada batasannya atau tergantung kemampuan si penulis. Tahap menulis novel komersial sudah pernah saya ulas dalam artikel sebelumnya. Untuk kali ini saya lebih fokus untuk menjelaskan tentang cerpen.

Pada saat menulis cerpen, kita harus cermat dalam pemilihan kata. Hal ini dikarenakan terbatasnya durasi dan lingkup cerita dalam sebuah cerpen. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar cerpen yang kita buat memiliki cerita yang jelas serta dipahami oleh pembaca. Berikut ini adalah paparannya:

  • Pemilihan Topik/Tema
    Topik atau tema adalah ide cerita dari sebuah tulisan, dan biasanya mengandung pesan, nilai-nilai atau tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca. Tema ini pula yang menjadi benang merah yang menghubungkan awal dan akhir dari sebuah cerita. Karena durasi cerpen yang pendek, maka apapun yang kita tulis harus disesuaikan dengan tema agar cerita tidak melantur kemana-mana.

  • Pengaturan Durasi (Tempo Waktu)
    Cerpen yang efektif akan berisi cerita dengan tempo waktu yang pendek. Biasanya cerita sebuah cerpen hanya berkisar tentang satu kejadian yang dialami oleh si tokoh cerita. Bisa jadi isi ceritanya hanya terjadi dalam satu hari atau beberapa jam saja, tidak seperti menulis novel yang bisa menuliskan kehidupan tokoh cerita dari mulai bayi hingga tua. Karena waktu yang singkat inilah, usahakan agar kejadian yang kita ceritakan bisa sesuai dengan tema cerita.

  • Penentuan Setting
    Karena ini adalah cerita pendek, maka jumlah kata yang akan kita tulis juga terbatas. Untuk itu setting atau lokasi kejadian yang kita tentukan haruslah tepat dan mendukung jalannya cerita. Tidak perlu banyak membuat setting, karena akan membuat jalan cerita mengambang alias tidak jelas. Misal untuk menulis cerita tentang kisah cinta pertama, kita bisa mengambil lokasi di sekolah, atau kampus, atau tempat kerja dan rumah si cewek. Jadi tidak perlu kita menceritakan kejadian saat ketemu di toko buku, pasar, taman, mall, food court dan lainnya.

  • Pemilihan Tokoh
    Sebuah cerpen cukup memiliki maksimal 4 tokoh saja untuk menjaga efektivitas cerita. Terlalu banyak tokoh akan membuat cerita menjadi kabur. Dari tokoh-tokoh tadi, kita harus memilih tokoh utama yang akan menjadi fokus cerita yang kita buat. Tidak perlu terlalu panjang lebar dalam menjelaskan para tokoh, cukup singkat saja karena ini hanyalah sebuah cerita dengan durasi yang pendek.

  • Penyisipan Dialog
    Meski ini adalah sebuah cerita pendek, namun ceritanya menjadi kurang bermakna jika hanya berisi narasi tanpa dialog. Dialog adalah pendukung yang akan menguatkan karakter tokoh dan mempertegas jalan cerita. Namun perlu berhati-hati dalam menyisipkan dialog ini, jangan sampai terlalu panjang. Buat saja dialog yang bisa sejalan dengan tema. Jika terlalu melebar, lebih baik dialog yang tidak penting dihapus saja.

  • Pembuatan Alur Cerita
    Untuk membuat cerpen yang bisa membuat pembaca akan mengikuti jalannya cerita sampai akhir, sebaiknya kita membuka dengan sebuah paragraf yang menarik. Alur cerita selalu dimulai dengan pembuka, kemudian inti/isi cerita dan diakhiri dengan penutupan (ending). Karena dibatasi dengan durasi yang pendek, maka sebisa mungkin kita membuat alur cerita yang singkat dan jelas. Tidak perlu memutar-mutar cerita sehingga terkesan bertele-tele, yang membuat ending cerita tidak bisa klimaks. Meskipun kita membuat alur ceritanya singkat dan jelas, tapi tetap usahakan agar pembaca tidak bisa menebak akhir cerita secara dini (istilahnya (twice ending). Kita harus pandai membuat cerita yang membuat pembaca penasaran dan selalu menebak-nebak hingga terus membaca hingga akhir cerita.

Demikianlah tips menulis cerpen yang bisa saya ulas, jika ada hal yang perlu ditanyakan atau ditambahkan, silahkan Anda tulis di kolom komentar. Jika Sobat atau pembaca ingin menjadi seorang penulis, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis. "Seribu langkah akan bisa ditempuh, dengan sebuah langkah pertama."


~ Happy Blogging & Keep Writing ~

Terima Kasih atas Support dan Partisipasi Pengunjung

Tak terasa blog saya satu-satunya ini sudah menginjak bulan ke-8 semenjak saya buat di akhir bulan Agustus 2011. Ruang Inspirasi ini adalah blog ke-4 dan termasuk blog terlama yang saya urus, karena sejujurnya saya sudah mulai ngeblog sejak tahun 2008. Namun karena tidak terlalu konsisten dalam ber-blogging ria, serta kesibukan sehari-hari (pada waktu itu) yang tak memungkinkan untuk saya terkonek dengan internet, akhirnya saya menghapus blog terdahulu disebabkan sudah tidak ada waktu untuk update postingan.

Sebetulnya saat inipun saya sudah mulai jarang nge-blog. Hal ini bisa dilihat dari update artikel, blogwalking dan utak-atik blog yang tak lagi bisa saya lakukan setiap hari. Hal ini dikarenakan kesibukan saya di dunia nyata yang cukup padat merayap, serta order menulis (khususnya novel) yang cukup membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena pada saat bekerja, saya selalu mematikan koneksi internet. Kalaupun terhubung dengan internet, maka halaman satu-satunya yang saya buka adalah milik mbah Google. Ini saya lakukan agar bisa lebih fokus dan bisa menghasilkan karya yang lebih maksimal dan bermutu.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, saya ingin meminta maaf sekaligus mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pengunjung yang telah berkunjung, memberi support dan berpartisipasi ke blog saya ini baik dengan cara sengaja maupun yang nyasar.

Kepada Pembaca
Saya meminta maaf, karena mungkin kehadiran Anda ke blog saya ini melalui search engine (atau apapun) saat mencari artikel yang Anda cari. Dan setelah membaca artikel saya, Anda menginginkan artikel lanjutan yang lebih detail, namun ternyata saya memposting artikel yang tidak Anda butuhkan. Jika Anda menginginkan artikel atau tips-tips (terutama mengenai tips menulis novel), bisa langsung request melalui akun atau fanspage facebook saya. Ini adalah sebagai ungkapan terima kasih saya, karena keberadaan pembaca membuat blog ini memiliki minimal 300 kunjungan per hari saat ini.

Kepada Komentator
Saya meminta maaf, karena belakangan saya tidak dapat membalas komen Anda di setiap artikel yang saya posting disebabkan keterbatasan waktu ngeblog. Namun meski saya tidak membalas komen Anda, saya selalu menyempatkan untuk membalasnya dengan berkomentar di blog Anda, meski saya tahu beberapa komentator memaksakan diri untuk berkomentar atau tidak membaca secara keseluruhan isi postingan saya. Tapi apapun komentar Anda, saya tetap berterima kasih atas partisipasinya.

Kepada Sobat Blogger
Saya meminta maaf, jika kunjungan Sobat di blog ini tidak bisa saya balas setiap hari. Namun meskipun tak terbalas langsung, para Sobat semua masih tetap mampir ke Ruang Inspirasi ini ketika sedang blogwalking. Untuk itu saya sangat berterima kasih, karena kehadiran Sobat merupakan support yang membuat blog ini tidak hilang dari peredaran. Semoga suatu saat kita tidak hanya bisa bersua di dunia maya, tapi kita bisa bertatap muka di dunia nyata. Sebab saya belum pernah berkumpul dengan sahabat di komunitas blogger (terutama se-kota), tidak seperti di komunitas Kaskus, Detik atau Facebook yang sering melakukan temu darat.

Kepada Pemberi Award
Saya meminta maaf, kalau award yang Sobat berikan ke saya dan Ruang Inspirasi ini tidak pernah terpublish atau tersalurkan kembali kepada Sobat blogger lainnya. Alasan saya tidak mempublish adalah supaya postingan saya tidak melulu tentang Award, karena cukup banyak Award yang saya terima dari Sobat semua. Untuk itu saya menyimpan Award di guestbook beserta link pemberi Award, agar pengunjung yang mampir di blog saya ini bisa melihat dan siapa tahu ada yang mengunjungi link pemberi Award. Dan bagi Sobat blogger yang menginginkan Award, silahkan pilih yang belum pernah Anda dapatkan, saya akan dengan senang hati memberikannya. Tapi jika ini menyalahi kebiasaan para blogger, saya akan dengan sukarela mengembalikan jika Award untuk blog ini ditarik kembali.

Kepada Penukar Link
Saya meminta maaf, jika tidak semua permintaan tukar link yang saya pasang. Karena seperti niat awal saya membangun blog baru ini, selain untuk menyalurkan hobi menulis juga sebagai sarana mencari teman baru. Saya tidak memilih dalam bertukar link, bisa Anda lihat berapa blog yang bertukar link dengan blog ini memiliki PR-0. Namun yang saya utamakan adalah blog yang adminnya bisa dijadikan teman, bukan blog dummy yang tidak jelas siapa tuannya. Karena saya bukan master web/blog dan pemburu backlink, maka saya tidak peduli jika blog saya ini tidak memiliki reputasi bagus dimata mbah google, om yahoo, dan mbak alexa. Jika memang suatu saat blog ini tidak lagi dibutuhkan (khususnya oleh pembaca), maka saya juga akan menghapus blog ini.

Saya berharap dengan semua penjelasan ini, semua pihak bisa memaklumi keterbatasan saya dalam mengelola blog Ruang Inspirasi. Untuk itu sebagai rasa terima kasih yang mendalam, karena saya adalah penulis, maka mulai bulan ini akan memberikan sebuah cindera mata berupa novel secara gratis (termasuk ongkos kirim ke alamat tujuan) lengkap dengan tanda tangan saya dan istri saya (Vanny Chrisma W), kepada 2 blogger yang memberikan support terutama dalam berkomentar. Tentunya penilaian ini berdasar subyektivitas saya, yang akan saya umumkan lewat postingan setiap bulan. Jika Anda tidak berkenan karena mungkin tidak suka membaca novel, maka hadiah ini saya berikan kepada blogger lainnya. Dan untuk bulan April 2012 ini, saya akan memberikan novel "Mimpi Bungsu" sebagai hadiah.

Novel Gratis untuk Blogger



~ Happy Blogging dan Salam Persahabatan ~

Keberuntungan Datang Karena Diciptakan

Pada tahun 2010 ada sebuah fenomena menarik yang sempat saya baca. Di negara Singapura yang notabene adalah negara yang perkembangan teknologinya sangat pesat, sempat pemerintahnya dibuat pusing akan kepercayaan atau mitos yang dipegang warganya. Singapura terancam mengalami penurunan jumlah kelahiran pada tahun 2010, dikarenakan banyak warga negara Singapura yang berpendapat bahwa tidak baik melahirkan di tahun Macan (2010). Mereka lebih suka anaknya lahir di tahun Naga, Kelinci atau lainnya.

Kepercayaan akan hari baik, bulan baik atau tahun keberuntungan masih dipercaya oleh sebagian orang hingga saat ini. Bahkan ketika melihat kehebatan seseorang seperti David Beckham yang memiliki akurasi tendangan bebas hingga 80%, juga Michael Jordan yang bisa memasukkan bola basket dengan mata tertutup, adalah sebuah keberuntungan yang dimiliki oleh mereka berdua. Kebanyakan orang yang berpendapat bahwa kemampuan yang dimiliki oleh David Beckham dan Micahel Jordan adalah sebuah keberuntungan, dikarenakan mereka hanya melihat hasil akhirnya saja tanpa mengetahui upaya apa yang dilakukan David Beckham dan Michael Jordan untuk memperoleh kehebatannya tersebut.

Untuk dapat menciptakan akurasi yang tinggi, David Beckham melatih tendangan bebasnya dengan menciptakan suasana nyata seperti saat pertandingan. Dia menggunakan pagar betis yang terbuat dari papan seukuran manusia sebagai ganti pemain lawan. Dia berlatih menendang bola melewati penghalang untuk menuju gawang. Dan yang dipakai sebagai gawang adalah sebuah ban mobil yang diameternya sedikit lebih besar dari bolanya. Begitupun Michael Jordan yang mampu melakukan lemparan bebas dengan mata tertutup. Dia melakukan latihan yang lebih dari pemain lainnya. Saat pemain lain berlatih melempar ratusan kali, dia melakukannya ribuan kali. Michael Jordan kerap berlatih sendiri untuk mengasah kemampuan lemparannya. Dia telah melewati 10.000 jam latihan sebelum bisa melempar bola basket dengan mata tertutup. Keberuntungan akurasi tendangan bebas David Beckham hingga 80% dan ketepatan melempar bola Michael Jordan dengan mata tertutup, adalah karena mereka sering berlatih secara tekun dan melakukan yang orang lain tidak lakukan.

Menurut buku-buku motivasi yang pernah saya baca, juga para mentor dalam seminar-seminar yang pernah saya ikuti, serta para pebisnis dan karyawan ber-karir tinggi yang pernah saya kenal, selalu menyatakan tidak ada yang namanya kebetulan dan keberuntungan. Keberuntungan itu akan datang, karena kita telah menciptakan kondisinya. Bagaimana kita bisa beruntung memenangkan lomba, jika kita tidak pernah mengikuti lomba? Apakah kita bisa beruntung menjadi seorang Idol dengan berhayal, tanpa pernah mengikuti kontes seperti Indonesian Idol, Got Talent dan sebagainya? Bagaimana kita bisa beruntung menjadi pebisnis yang sukses, jika kita tidak pernah melakukan bisnis apapun? Apakah kita juga bisa beruntung memiliki karir yang bagus di perusahaan bonafit, jika kita tidak pernah masuk ke perusahaan tersebut dan membuat prestasi? Cara terbaik memperoleh keberuntungan, adalah dengan menciptakannya.

Keberuntungan tidaklah sama dengan Mukjizat. Keberuntungan adalah sebuah upaya yang dilakukan secara terus menerus, sehingga seseorang bisa beruntung mendapatkan apa yang diinginkan. Contohnya seperti saat kita pergi ke pasar malam. Lalu bermain melempar gelang ke dalam botol untuk mendapatkan hadiah boneka, minuman dan sebagainya. Kita bisa berpeluang beruntung mendapat hadiah, jika kita melakukan lemparan gelang sehingga bisa masuk kedalam botol. Sementara mukjizat adalah murni merupakan kekuasaan Allah (yang tidak bisa dinalar dengan akal manusia) yang diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya. Contohnya seperti Nabi Musa yang memiliki mukjizat tongkat yang bisa menjadi ular dan membelah lautan; Nabi Isa memiliki mukjizat bisa menyembuhkan orang sakit seketika serta menghidupkan orang mati beberapa saat; Nabi Sulaiman yang memiliki mukjizat bisa mendengar dan mengerti bahasa binatang.

Seorang pembawa acara talkshow terkenal yang menjadi salah satu wanita terkaya dan berpengaruh di dunia, Oprah Winfrey, dalam success storynya pernah berkata, "Keberuntungan terjadi saat kesempatan bertemu dengan persiapan." Dalam hidup kita sesungguhnya banyak sekali kesempatan yang datang menghampiri, tetapi pada saat itu kita belum siap untuk mengambilnya. Tidak ada orang yang tidak pernah mendapat kesempatan, hanya saja dia kurang peka disaat kesempatan itu datang menghampirinya. Allah Tuhan semesta alam selalu memberikan kesempatan kepada kita semua, jika Dia merasa kita telah siap menjemput kesempatan tersebut.

Untuk itu jika kita ingin hidup kita dipenuhi dengan keberuntungan, bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Merubah sikap dan pandangan akan adanya hari keberuntungan, dengan menganggap semua hari merupakan hari keberuntungan.
  • Senantiasa berpikir positip bahwa setiap masalah yang menimpa adalah sebagai sebuah tantangan dalam memperoleh keberuntungan kita.
  • Selalu belajar untuk menggali potensi diri sehingga ketika kesempatan datang, kita telah siap untuk menjemputnya.
  • Memperbanyak wawasan agar ketika kita merasa tidak siap dengan kesempatan yang satu, maka kita masih bisa mengambil kesempatan yang lainnya.


~ Happy Blogging dan Teruslah Berkarya ~

Peranan Fungsi Otak Terhadap Cara Berpikir Manusia

Sudah beberapa hari blog ini tidak update postingan, karena memang kesibukan saya di alam nyata cukup padat merayap. Belum lagi kesibukan mencari bahan untuk membantu istri saya, menggarap order menulis novel tentang "Tragedi Nanjing China" yang cukup membuat otak sedikit roaming, karena literatur yang kebanyakan berbahasa asing. Tidak apa-apa ya sedikit curhat, meski saya tahu bahwa prolog ini tidaklah penting buat pembaca semuanya... hehehehe...

Pada artikel kali ini saya ingin mengulas tentang penggunakan fungsi otak, yang merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Kita tahu bahwa manusia normal memiliki 1 otak dengan 2 sekat, yang sering disebut dengan otak kanan dan otak kiri. Perbedaan otak kanan dan otak kiri sudah pernah saya bahas dalam artikel sebelumnya. Namun pada kesempatan kali ini saya akan lebih menjabarkan tentang peranan fungsi otak terhadap cara berpikir manusia, sehingga manusia bisa menjadi pintar, cerdas, kreatif dan inovatif.

Selama kita hidup semenjak dilahirkan hingga akhir hayat nanti, otak kita akan terus menyerap inputan apapun yang masuk melalui panca indera, kemudian diolah sehingga menjadi pengetahuan. Kemampuan menyerap pengetahuan dengan cepat inilah yang biasa dipakai sebagai tolak ukur untuk menentukan seseorang bisa disebut pintar (pandai) atau tidak. Kemampuan meningkatkan kinerja fungsi otak kanan dan kiri, memungkinkan kita tidak hanya bisa menjadi orang pintar atau pandai saja, melainkan juga bisa menjadi orang yang cerdas, kreatif dan inovatif. Otak kanan dan kiri memiliki fungsi kerja yang berbeda, tetapi setiap individu memiliki kecenderungan untuk menggunakan salah satu bagian dari otak saja untuk berpikir dan memutuskan segala sesuatu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak dijelaskan definisi yang jelas antara pintar, cerdas, kreatif dan inovatif. Sehingga banyak yang mengartikan pintar sama dengan cerdas, karena sama-sama memiliki kemampuan menyerap ilmu. Dan kreatif sama dengan inovatif, karena sama-sama bisa menciptakan sesuatu yang baru. Namun sebenarnya tiap kata tersebut memiliki makna yang saling berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara orang yang pintar, cerdas, kreatif dan inovatif:

  • Orang yang Pintar
    Adalah orang yang mampu menyerap inputan dan informasi dengan cepat. Ketika seseorang mampu berbicara, membaca, menulis, berhitung dan berpikir logis, berarti orang tersebut bisa dikatakan pintar. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi yang terkadang justru membuat bingung.

  • Orang yang Cerdas
    Adalah orang yang mampu mengolah dan mengelola kepintarannya. Orang yang sukses (dibidang apapun) kadangkala adalah orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Orang yang cerdas tahu siapa orang pintar yang cocok untuk mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat seseorang bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.

  • Orang yang Kreatif
    Adalah orang yang mampu membuat perbedaan, atau istilahnya melihat hal yang sama (dengan orang lain) tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Dengan cara berpikir yang berbeda, orang kreatif mampu menciptakan hal-hal baru yang tidak terpikirkan oleh orang kebanyakan. Perbedaan akan membuat peluang baru lebih terbuka.

  • Orang yang Inovatif
    Adalah orang yang mampu menemukan nilai jual (komersial) dari hasil kreativitas. Orang yang inovatif akan membuat hasil kreativitas lebih memiliki nilai komersial yang bisa diterima oleh pasar. Kreatif hanya membuat perbedaan, sementara inovatif membuat perbedaan tersebut memiliki nilai jual.

Setiap orang punya kans untuk bisa menjadi orang pintar, cerdas, kreatif dan inovatif sekaligus. Tetapi seperti saya sebutkan diatas, bahwa tiap-tiap orang biasanya akan cenderung menggunakan salah satu bagian dari otak. Kecenderungan ini dipengaruhi oleh pengalaman belajar masa lalu, lingkungan dan pembiasaan diri. Otak adalah anugerah yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma kepada kita semua, tergantung kita mau memanfaatkannya atau tidak.


~ Happy Blogging dan Jangan Lupa Makan ya... ~